Bismillaahirrohmaanirrohiim..
Disini adalah
bagian dari perjalan kita. Perjalanan, iya, perjalanan. Kehidupan hakiki nan
abadi pasti akan kita temui suatu saat nanti dan itu pasti. Sempat terpikir,
setelah melihat semua..setelah merasakan..melewati..mengijakan
kaki..mendengar.. apalah arti seorang hamba yang kecil yang sangat kecil
dibandingkan alam semesta beserta kedahsyatannya. Lebih-lebih lagi dibandingkan
Dzat yang menciptkan alam semesta ini. Dzat yang Maha Tinggi lagi Maha Kuasa. Aku
merasa tidak ada apa-apanya dan bukanlah siapa-siapa.
“Sesungguhnya
dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang
terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,” (QS. Ali Imran:190)
“(yaitu)
orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan
berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya
berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia,
Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran:191)
Hari demi hari
telah terlewati.. kucoba memahami arti hidupku yang terkadang aku pun tak tahu.
Ku tapakkan diri ini pada jalan yang telah aku mantapkan dan kubuka lembar demi
lembar ini. Ternyata.. kekosongan bukanlah suatu hal buruk karena inilah cara
Allah untuk memberi ruang untuk mengisi iman hambanya.. Tiada diri ini menangis
kecuali dalam naungan rahmat dan kasih-Mu. Semoga kita masih bisa terus
bersyukur atas segala nikmat dari Allah hingga akhir umur ini dan semoga Allah
memberikan ridha-Nya di setiap jalan yang kita lalui hanya untuk Allah..aamiin.
“….Bagaimana bisa merasa gembira, orang yang
umurnya menuntun dirinya menuju ajal, dan masa hidupnya menggiring dirinya
menuju kematian.” (Jami’ al-’Ulum wa al-Hikam, hal. 483)
Allahumma inna nas'alukan jannah wa na'udzubuka minannaar.. Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzabannaar..
Masya Allah^^ terkadang kita terlalu dibutakan oleh kesenangan dunia yg sebenarnya hanya tipu daya sampai2 kita lupa menyisakan sedikit waktu kita untuk sekedar bertafakur dan bersyukur pada-Nya. Lemahnya iman menjadi penyebab hati ini mudah goyah dan lupa.
BalasHapusSubhanallah~ terima kasih sudah sharing :) semoga Allah kasih balasan yg lebih..Amin.
Aamiin..
BalasHapusTerimakasih juga sudah mengunjungi blog sederhana ini :)
Maa sya Allah isi nya sangat bermanfaat untuk orang lain.
BalasHapus