Pages

Jumat, 11 Juli 2014

Check..




Bismillaahirrohmaanirrohiim..
Terdiam mencari kehanyutan dalam gelombang masa ini.. Layaknya iman manusia yang tidak konstan. Terkadang turun, terkadang naik.. terkadang rajin dan ada masanya kurang. Bukan untuk mengingat-ingat masa lalu, namun untuk tafakur untuk merenungi betapa besar kasih sayang Allah. Tafakkuruu fii khalqilillah wa laa tafakkuruu fii lillah, berfikir tentang ciptaan Allah bukan Dzat Allah. Betapa banyak nikmat terbaik untuk hamba-hambanya yang telah Dia berikan.. Apa lagi yang kurang? Nikmat yang manakah lagi yang akan kita ingkari?
Disini adalah bagian dari perjalan kita. Perjalanan, iya, perjalanan. Kehidupan hakiki nan abadi pasti akan kita temui suatu saat nanti dan itu pasti. Sempat terpikir, setelah melihat semua..setelah merasakan..melewati..mengijakan kaki..mendengar.. apalah arti seorang hamba yang kecil yang sangat kecil dibandingkan alam semesta beserta kedahsyatannya. Lebih-lebih lagi dibandingkan Dzat yang menciptkan alam semesta ini. Dzat yang Maha Tinggi lagi Maha Kuasa. Aku merasa tidak ada apa-apanya dan bukanlah siapa-siapa.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,” (QS. Ali Imran:190)

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran:191)

Hari demi hari telah terlewati.. kucoba memahami arti hidupku yang terkadang aku pun tak tahu. Ku tapakkan diri ini pada jalan yang telah aku mantapkan dan kubuka lembar demi lembar ini. Ternyata.. kekosongan bukanlah suatu hal buruk karena inilah cara Allah untuk memberi ruang untuk mengisi iman hambanya.. Tiada diri ini menangis kecuali dalam naungan rahmat dan kasih-Mu. Semoga kita masih bisa terus bersyukur atas segala nikmat dari Allah hingga akhir umur ini dan semoga Allah memberikan ridha-Nya di setiap jalan yang kita lalui hanya untuk Allah..aamiin.

 “….Bagaimana bisa merasa gembira, orang yang umurnya menuntun dirinya menuju ajal, dan masa hidupnya menggiring dirinya menuju kematian.” (Jami’ al-’Ulum wa al-Hikam, hal. 483)

Allahumma inna nas'alukan jannah wa na'udzubuka minannaar.. Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzabannaar..

3 komentar:

  1. Masya Allah^^ terkadang kita terlalu dibutakan oleh kesenangan dunia yg sebenarnya hanya tipu daya sampai2 kita lupa menyisakan sedikit waktu kita untuk sekedar bertafakur dan bersyukur pada-Nya. Lemahnya iman menjadi penyebab hati ini mudah goyah dan lupa.

    Subhanallah~ terima kasih sudah sharing :) semoga Allah kasih balasan yg lebih..Amin.

    BalasHapus
  2. Aamiin..
    Terimakasih juga sudah mengunjungi blog sederhana ini :)

    BalasHapus
  3. Maa sya Allah isi nya sangat bermanfaat untuk orang lain.

    BalasHapus